BHAGAVANT.COM MENJAWAB

Pada dasarnya Bhagavant.com tidak membuka layanan Tanya-Jawab seputar ajaran agama Buddha. Tetapi jika memang ada pertanyaan mengenai seputar ajaran agama Buddha yang dianggap penting yang sifatnya umum dan ringan yang perlu ditanyakan melalui e-mail, maka Bhagavant.com akan berusaha menjawabnya berdasarkan berbagai narasumber yang dapat dihubungi oleh Bhagavant.com. Oleh karena itu, membutuhkan waktu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Halaman ini berisi jawaban dari Bhagavant.com atas pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung seputar ajaran agama Buddha yang sifatnya umum dan ringan yang perlu ditanyakan melalui e-mail, namun jawaban tidak bisa disampaikan karena alamat e-mail yang bersangkutan tidak valid.


David (hexctor_dillonz@xxxx)
Tanya:

Tolong e-mail jawabannya ya, tentang perbedaan hukum kamma & hukum buatan manusia. Thx.

Jawab:
Terima kasih atas pertanyaannya.
Perbedaan antara Hukum Kamma dengan hukum buatan manusia adalah:

  1. Hukum Kamma adalah hukum alam. Di sebut ‘alam’ karena keberadaannya, ada secara alami, apa adanya, tidak dibuat oleh siapa pun, tanpa campur tangan siapapun. Sedangkan hukum buatan manusia, jelas keberadaannya karena dibuat oleh manusia.

  2. Karena Hukum Kamma tidak dibuat oleh siapa pun, maka isi, proses atau cara kerjanya tidak bisa dihapus, dibatalkan, tidak bisa diubah atau diganggu oleh siapapun. Salah satu cara kerja Hukum Kamma adalah proses sebab-akibat. Maka tidak ada siapapun yang bisa merubah cara kerja Hukum Kamma tesebut dengan merubah proses sehingga yang ada hanya proses sebab-nya saja.
    Sedangkan hukum buatan manusia, isi, proses atau cara kerjanya bisa dihapus, dibatalkan, ditambah atau dikurangi oleh siapapun terutama oleh manusia. Contohnya adalah Undang-Undang Dasar 1945 yang isinya mengalami perubahan atau penambahan.

  3. Hukum Kamma berlaku untuk semua makhluk selama memiliki niat dan melakukan tindakan. Dengan demikian Hukum Kamma berlaku untuk siapa saja, apapun agamanya, ideologinya, suku bangsanya. Contoh, apapun agamanya, suku bangsanya, selama ia melakukan kebaikan maka akan mendapatkan kebaikan.
    Sedangkan hukum buatan manusia hanya berlaku untuk makhluk manusia, dan hanya berlaku bagi orang-orang yang berkaitan dengan si pembuat hukum. Contoh, Peraturan Lalu Lintas yang mewajibkan pengendara sepeda motor menggunakan helm. Hukum ini hanya berlaku bagi manusia yang mengendarai sepeda motor, dan tidak berlaku bagi para dewa atau hewan.

  4. Hukum Kamma berlaku dimana saja. Dimana pun juga suatu makhluk berada, baik di bumi, di Planet Mars, di surga, di seluruh alam semesta, maka ia tidak lepas dari proses Hukum Kamma. Ia akan mendapatkan hal yang buruk apabila ia melakukan perbuatan buruk, meskipun ia berada di alam surga, di bumi, atau di tempat-tempat yang lain. Sedangkan hukum buatan manusia hanya berlaku untuk di wilayah tertentu saja. Contoh, Undang-Undang Dasar 1945 hanya berlaku di Indonesia, dan tidak berlaku di Amerika, Thailand, maupun negara lainnya karena negara lain memiliki Undang-Undang Dasar sendiri.

  5. Hukum Kamma berlaku kapan saja, tidak terikat oleh waktu. Kapanpun waktunya, baik dari dulu, sekarang, maupun waktu yang akan datang, Hukum Kamma akan memiliki kententuan yang sama, tidak berubah prosesnya. Contoh, dari dulu sampai masa yang akan datang, orang yang melakukan perbuatan jahat akan menerima hasil berupa keburukan.
    Sedangkan hukum buatan manusia hanya berlaku pada masa-masa tertentu saja, terikat oleh waktu. Contoh, hukum kerajaan pada jaman dulu melarang kaum wanita untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan, namun pada masa sekarang hukum seperti itu tidak berlaku lagi dan kaum wanita bisa dengan bebas bersekolah.

Demikianlah perbedaan antara Hukum Kamma yang merupakan hukum alam dengan hukum buatan manusia. Semoga bemanfaat.


© 2006 - 2012 bhagavant.com